13 Dampak Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
Plastik
merupakan salah satu bahan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk berbagai
hal, seperti membawa barang-barang yang tidak cukup dibawa hanya dengan
menggunakan kedua tangan atau membungkus sesuatu yang hendak dibawa maupun
diberikan kepada seseorang. Bahkan karena seringnya digunakan, plastik
seolah-olah telah menjadi sebuah kebutuhan yang harus tersedia di masyarakat.
Padahal sebenarnya plastik memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan apabila
sudah tidak digunakan lagi, di mana istilah plastik yang sudah tidak digunakan
tersebut dikenal dengan sebutan sampah plastik.
Permasalahan sampah plastik di Indonesia
Di
Indonesia misalnya, di mana hampir setiap tahun masyarakatnya dilaporkan telah memakai
100 miliar kantong plastik. Kebiasaan ini memang terjadi mengingat kantong
plastik merupakan barang yang gratis di Indonesia. Sedemikian sehingga dari
perhitungan tersebut diperoleh sedikit kesimpulan bahwa setiap orang di
Indonesia menggunakan setidaknya 700 kantong plastik per tahunnya atau dua
kantong plastik dalam sehari. Parahnya lagi, sampah-sampah plastik tersebut
tidak semuanya sampai ke tempat pembuangan yang seharusnya sehingga dapat
didaur ulang, tetapi justru berserakan di mana-mana.
·
Alasan lainnya mengapa sampah plastik berdampak buruk bagi
lingkungan karena sifat plastik yang memang susah diuraikan oleh tanah meskipun
sudah tertimbun bertahun-tahun. Ketahuilah bahwa plastik baru bisa diuraikan
oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun. Bahkan ada
sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa sampah plastik bisa terurai dalam
waktu 1000 tahun lamanya.
·
Proses lamanya terurai inilah yang kemudian mengakibatkan dampak
sampah plastik buruk bagi lingkungan, seperti munculnya zat kimia yang dapat
mencemari tanah sehingga berkurang tingkat manfaat dan kesuburannya.
·
Selain itu, dengan proses yang susah diuraikan, sampah plastik
juga dapat membunuh sang pengurai tanah. Sehingga wajar saja apabila tingkat
kesuburan yang dimiliki tanah berkurang. Dengan mengetahui fakta ini
alangkah baiknya kita, selaku masyarakat Indonesia, menyadari bahwa penggunaan
plastik sebenarnya tidak baik, apabila secara berlebihan dalam penggunaannya.
Dan juga janganlah lupa untuk tidak membuang sampah secara sembarangan,
termasuk sampah plastik.
Fakta Lain Mengenai Sampah Plastik dan Lingkungan
Adapun
beberapa fakta lainnya yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan,
antara lain:
·
Sisa-sisa kantong plastik telah banyak ditemukan di dalam
kerongkongan anak elang laut di pulau Midway, Lautan Pasific.
·
Sekitar 80% sampah di lautan merupakan sampah yang berasal dari
daratan, di mana hampir 90%-nya adalah sampah plastik.
·
Pada bulan Juni 2006 lalu, program lingkungan PBB memperkirakan
bahwa dalam setiap mil persegi terdapat setidaknya 46.000 sampah plastik yang
mengambang di lautan.
·
Plastik setidaknya telah membunuh hingga 1 juta burung laut,
100.000 mamalia laut, dan juga ikan-ikan yang sudah tidak terhitung lagi
jumlahnya dalam setiap tahunnya.
·
Banyak hewan penyu di kepulauan Seribu yang mati hanya karena
memakan plastik yang dikiranya sebuah ubur-ubur, salah satu makanan kesukaan
penyu.
Berikut beberapa dampak sampah plastik yang bisa ditimbulkan
oleh sampah-sampah plastik yang berserakan di lingkungan, antara lain:
1. Tercemarnya
tanah, air tanah, dan juga makhluk hidup bawah tanah.
2. Racun-racun
dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan berpotensi untuk membunuh
hewan-hewan pengurai di dalam tanah, termasuk cacing.
3. PCB (polychlorinated
biphenyl) yang tidak terurai walaupun sudah termakan oleh para hewan dan
tumbuhan akan menjadi suatu racun berantai sesuai urutan makanannya. Yang mana,
tidak menutup kemungkinan bahwa manusia, termasuk kita sendiri, ada di dalam rantai makanan
tersebut.
4. Sampah
plastik akan mengganggu jalur terserapnya air ke dalam tanah.
5. Menurukan
kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan plastik juga dapat menghalangi sirkulasi
udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk hidup bawah tanah yang berperan
dalam proses penyuburan tanah.
6. Sampah
plastik yang susah diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan semakin
mempermudah untuk diterbangkan angina sehingga tidak menutup kemungkinan untuk
mencemari lautan dan wilayah-wilayah lainnya secara bergantian.
7. Hewan-hewan
dapat terjebak dalam tumpukan sampah plastic hingga mati.
8. Hewan-hewan
laut, seperti lumba-lumba, penyu, dan anjing laut menganggap sampah atau
kantong plastik sebagai makanannya sehingga mereka akhirnya bisa mati hanya
gara-gara memakannya dan tidak mampu mencernanya.
9. Ketika
hewan-hewan yang menelan sampah atau kantong plastik mati, maka sampah atau
kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tersebut tidak akan hancur dan
tetap utuh sehingga akhirnya akan menjadi bangkai yang dapat meracuni hewan
lainnya, manusia yang berada di sekitarnya, hingga mencemari lingkungan dengan
baunya yang biasanya busuk dan menyengat.
1. Pembuangan
sampah plastik secara sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan
sungai dan penyumbatan alirannya sehingga bukan tidak mungkin akan menyebabkan
banjir ketika hujan turun.
11. Sampah
plastik yang dibakar, maka asapnya akan mencemari lingkungan. Yang mana, dalam
asap tersebut biasanya terkandung zat dioksin yang apabila dihirup oleh manusia
dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan pada
manusia, kanker, pembengkakan hati, dan gangguan sistem syaraf.
12. Penyumbatan
saluran air akibat sampah plastik dapat menjadi tempat perkembangbiakan daur hidup nyamuk dan
serangga berbahaya lainnya, seperti nyamuk BDB dan malaria, sehingga
menimbulkan penyakit.
13. Kualitas
air di lingkungan akan semakin memburuk karena banyaknya sampah plastik yang
mengandung bahan-bahan kimia, seperti styrene trimer, bisphenol A, dan lain
sebagainya, di mana pada akhirnya akan meracuni air yang biasanya dijadikan air
minum atau mandi dalam kehidupan sehari
Pencemaran Akibat Sampah Plastik
Adapun
beberapa pencemaran lingkungan yang telah terjadi akibat adanya sampah-sampah
plastik, antara lain:
Harus
diakui bahwa plastik memang memiliki harga yang relatif murah sehingga siapapun
yang menginginkannya pasti dapat membelinya dengan mudah, tetapi ketika dibuang
ke lokasi TPA, plastik justru tidak dapat terurai dengan cepat dan mudah.
Sedemikian sehingga hal itu dapat dengan mudahnya mencemari tanah di daerah
tersebut. Yang mana, pencemaran tanah inilah
yang kemudian berdampak pada berkurangnya tidak kesuburunan tanah itu sendiri.
·
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kebanyakan orang, bahkan
mungkin termasuk diri kita sendiri, cenderung membuang botol atau kantong yang
terbuat dari plastik. Hal ini secara langsung justru akan menjadikan tingkat
pencemaran lingkungan semakin meningkat drastis, baik itu di darat maupun di
laut. Apalagi di Negara-Negara berkembang seperti Indonesia, bahkan
Negara-Negara terbelakang lain.
·
Sampah-sampah plastik yang biasanya terdiri dari botol plastik,
kantong plastik, komponen elektronik, mainan, dan lain sebagainya yang telah
dibuang secara sembarangan, maka sudah dapat dipastikan akan menyumbat saluran
perairan, mulai dari sungai, danau, dan selokan. Hal ini biasanya sudah
merupakan sesuatu yang tidak asing di kawasan perkotaan, sebut saja ibukota
Jakarta.
·
Terdapat sekitar 100 juta ton plastik yang diproduksi di seluruh
belahan dunia setiap tahunnya, di mana dari jumlah tersebut 25 juta ton
plastiknya merupakan plastik non-degradable semakin
bertambah. Terdapat sekitar 70.000 ton plastik dibuang di lautan.
·
Selain itu, jarring ikan yang dibuang dan juga bahan sentetis
lainnya yang kemudian dimakan oleh hewan-hewan air (laut) semakin membuat
kehidupan biota laut (air)
tersebut terganggu. Dengan kata lain, semakin banyak pula bio akumulasi plastik
yang masuk ke dalam tubuh hewan-hewan air (laut) tersebut.
Cara Mencegah dan Mengatasi Pencemaran Sampah Plastik
Adapun
hal-hal atau cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi
pencemaran akibat sampah plastik di lingkungan, antara lain:
1. Semua
orang tahu bahwa banyak sekali bahan yang terbuat dari plastik memiliki
kegunaan yang penting, selain kelebihannya yang tidak mudah pecah. Namun meski
demikian, sudah saatnya untuk sadar bahwa plastik justru memiliki bahaya-bahaya
yang dapat ditimbulkannya bagi kehidupan. Oleh karena itu, sebelum menjadi
semakin buruk, marilah bersama-sama mulai mengurangi penggunaan plastik,
terutama kantong plastik sebagai upaya untuk mencegah bahaya-bahaya yang dapat
ditimbulkannya dan sebagai usaha untuk tidak semakin memperparah suasana dari bahaya
yang sudah muncul karena sampah plastik.
2. Menggunakan
kertas atau tas biasanya ketika sedang berbelanja dan menghindari membawa
kantong plastik di rumah.
3. Plastik
yang dibuang dapat didaur ulang dan dijadikan atau dibuat sebagai tas, dompet
maupun kantong plastik kembali. Selain itu, dengan adanya kantong plastik bio-degradable
juga dapat membantu mengatasi pencemaran lingkungan karena plastik hingga batas
tertentu.
4. Jangan
membuang sampah plastik dan sampah-sampah lainnya secara sembarangan, apalagi
sampai membuangnya ke sungai atau ke laut.
5. Jangan
membakar sampah-sampah plastik secara sembarangan, baik di lingkungan terbuka
maupun di lingkungan tertutup sekalipun.
Demikian
beberapa fakta, pencemaran, dampak sampah plastik, serta cara-cara yang dapat
dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik di
lingkungan.
https://dosenbiologi.com/lingkungan/dampak-sampah-plastik

Artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bagus artikel nya
BalasHapusInfo sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat, ga sia sia membacanya hihiiii
BalasHapusTerimakasihh
BalasHapusIntrospeksi buat masalah sampah
BalasHapusBaguss 👍👍. Bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat 😊😊
BalasHapus